Showing posts with label Reality. Show all posts
Showing posts with label Reality. Show all posts

Thursday, March 3, 2011

Eh?

I just found this article from Topix. Read this one... What will you say?


I HATE INDONESIA
Written by someone named Indonesian


I hate this goddamn stupid "third-world" country. I hate the lame government ruled by old moron people. I hate the stupid eastern culture that's going on in this country. I hate their hypocrisy about everything. I hate their idiotic electric company.
I hate their policies, monopoly, and their inconsistencies about everything they do (or what they told you they would do). I hate the fact that this country is POOR, and so their people are also POOR, poor in knowledge, poor in resources, both human and nature.
I hate the fact that everything is so god damn expensive down here, and don't tell me about the low-life-cost here. There's nothing cheap here for people like me. I hate their economical so-called-growth. I hate rupiah. I hate their internet connection that's so slow and weak and terribly expensive too. I hate that I was born in Indonesia.
I never wish to born here :(

Then, one of the readers left a comment...

"Everyday what I heard and watch are news about Indonesian slaughtering people. Papua, brutal murderer, riot, city of thief... I just can not walk proud as Indonesian anymore here. The world has stamped big letter of "Man slaughter" on Indonesian's head. I hate my country... I wish i could leave this place."

The other one said...

"Do something about it, moron, is your complaining changes anything? You are not different that smashing drum in the side of the street!"

__________________________________________________________________________________


Okay, enough. Now, I'm sitting in front of my computer with a simple-yet-bothersome question, WHY DO WE REGRET BECAUSE OF OUR NATIONALITY? I know we're too tired with a lot of creepy things that happen in our country. When you turn on your television and you see 'that' things again... Poverty, corruption, law, politic, economic, culture... Round and round again in your head. On the other hand, we sacrilege Malaysia for the plagiarism case, but actually, I envy my friends who live in that country. They live collectedly and peaceably with a good government and the bucking environment. Then, I start to compare both of them.
Finally, I realize something: I never do anything for my country. That's why Indonesia still walk on its blind site. Does Indonesia need our efforts? I think... Yes! We are rich, we have to dig the treasures with our selfmade. So, think again, Buddies, what do we regret most from Indonesia? Well, I'm standing on zero.

These are the clips I love to watch recently. Check the Radiohead's, Thom Yorke is dancing on that video. Agak nakutin sih, but forget it, dua jempol deh for the beautiful dance!



Have a good night, everybody!

Saturday, February 5, 2011

Salty, quite bitter

Hello again, Folks!

I'm back and I'm not feeling okay right now. Sebelumnya saya minta maaf, kesannya setiap saya posting di blog ini, hanya karena saya lagi kalap ngadepin banyak pikiran yang sedang meracau atau lagi sedih karena suatu hal. Actually, I'm not! But I don't know... Sometimes I feel like I have to tell you that I need some help. Meskipun kamu hanya sempat mengunjungi blog saya selama beberapa detik untuk membaca posting-an ini, saya sudah sangat happy kok.

Should I start now? Well, beberapa hari kemarin saya merasa seperti oh-yeah-everything-is-good. Benar-benar baik. Saya benar-benar merasa terberkati dengan segalanya yang saya miliki. Ada teman-teman yang mendukung saya, keluarga yang powerful, dan segala hal yang fascinating ada di sekeliling saya. Tapi lama kelamaan, kok mereka semua mulai menjauh ya? Sedihnya, tergantikan dengan kenyataan-kenyataan yang asphyxiating dan menyebalkan. Saya mulai jenuh dengan rutinitas saya. Mulai suka mual-mual sendiri ketika membaca timeline di Twitter saya, dimana teman-teman berubah drastis menjadi pribadi-pribadi yang angkuh dan 'berbeda'. Entahlah, saya menangkap bahwa di satu sisi, mereka benar-benar terperangkap dalam suatu galaksi yang dipenuhi oleh eksistensi dan gaya hidup yang terlalu 'tinggi'.

Lagi, saya mulai jenuh dengan rutinitas saya. Serius. Setiap hari harus pergi ke sekolah untuk ini dan itu. Saya tahu kesannya nggak santun banget ketika mengatakannya, but... Hey! I'm sure you've ever felt 'em, haven't you? Otak saya dipenuhi dengan segala macam tasks, pekerjaan rumah, dan setiap malam dihantui oleh deadline A, B, C, even Z! Dan ketika saya lagi semangat-semangatnya untuk menumpahkan apapun yang saya rasakan, saya harus siap menerima kenyataan bahwa nggak ada satu pun yang mau mendengarkan. Entah itu hanya perasaan saya saja atau bukan, tapi, benar kata ibu guru saya, bahwa manusia semakin sok sibuk, mereka mengejar sesuatu yang bukan sesuatu. Mereka sengaja menenggelamkan diri dalam kesibukan hanya untuk meraih comfortness dan posisi yang mereka inginkan, weightiness, sesuatu yang mereka sebut pint interest, atau apalah.

Semakin banyak hal yang ada di otak saya. Lalu lalang seperti nggak sadar bahwa traffic jam yang terjadi di lalu lintas otak ini benar-benar sudah parah. Begitu kali ya kalau nggak ada polisi otak? Wait, ada yang lagi ngerasain hal yang sama nggak sih? How do you feel? Karena sudah sering merasakan yang seperti ini, saya nggak terlalu ambil pusing. All I have to do is take the positive side. Selalu ada pelajaran di balik suatu peristiwa. Ini hanya sebuah titik balik yang akan menghabiskan waktu selama sekian menit saja kok, hanya butuh suatu refleksi diri untuk menyelesaikannya. Well, Guys... Sometimes I ask 'Could I be any more blessed? How?', dan jawabannya adalah ketika saya bisa menuliskan sesuatu yang pada akhirnya membuat kita take a time to rethink. Ada perasaan lega ketika berhasil melakukannya.

The last, I tell you what I'm currently listening to. Masih, yang saya dengarkan tetap folk, rock, minimalist, dan trance. Mereka adalah mood buster ketika saya lengah, sekaligus sweet-havoc ketika saya sedang merasa bahagia banget. You must try! ♥



Gem Club, and their album Acid and Everything


Christopher Owen and Chet White, from Girls


Any songs from Fleet Foxes


The Perishers
Selalu berhasil membuat saya tersentuh dengan lagu-lagunya. Parfait!

Thursday, December 16, 2010

Life brings a mind-blowing feeling

"Les premiers mots sont, je suis désolé..."

It feels like I can't count anymore, sudah berapa ratus hari saya nggak meng-update blog saya ini. Sebuah kesalahan besar yang saya sendiri nggak tahu harus menebus dosa-dosa saya dengan apa. Karena banyak banget kesibukan yang harus saya handle, a lot of tasks that I had to do, dan tentunya pikiran-pikiran yang selalu datang dan pergi dengan seenaknya. Ah, if only I could chase them away from my life!

Selama lima bulan (atau mungkin lebih) nggak menyentuh blog, saya belajar tentang banyak hal dari kehidupan saya yang semakin, ya, semua sadar bahwa semakin tua umur kita, the life must be more complicated and 'stranger' than before. Underline it, complicated. Saya mulai memandang segala hal nggak cuma dari kacamata yang setiap hari saya pakai, tapi gimana orang lain memandang dan menilai sesuatu dengan cara mereka. Judgement does exist. Itu kesimpulannya. Sekecil dan se-meaningless apapun suatu hal, pasti nggak akan pernah terlewatkan dari hari-hari dan juga setiap detik yang manusia lewati.

Why must life brings a mind-blowing feeling? Just say it easily, karena pada dasarnya, hidup itu rumit. Ada yang bilang hidup adalah sebuah pilihan, sebuah tujuan, sebuah harapan, hidup untuk sesuatu hal yang mereka banggakan, atau hidup hanyalah sebuah kata tanpa arti. Every person has their own thoughts about it. Kadang kita ngerasa jadi orang paling beruntung sedunia, atau justru sebaliknya. Even, mood kita bisa berubah sebanyak puluhan kali dalam satu waktu. Our feelings just move easily like a wave. That's the oddity of life. Because life is always getting more complex, saya mulai mikir gimana caranya menghargai sebuah keputusan, pilihan, takdir, notes from God, dan semua yang berkaitan dengan hidup saya. Hey, I'm not living in here forever, I'll live for my future. What I'm building now adalah apa yang bakalan saya dapat di masa depan. So... Ah... Just gonna make you wake up, that life ain't easy. Masih banyak puzzle yang harus kamu susun to make it perfect. Clear.


Hmm... The thing I hate the most from life is an emptiness. Loneliness.
And it's already two years without someone... But, Guys, look at me. I'm still smiling at you all cutely, no worries!

Sunday, June 27, 2010



Iris: "Because you're hoping you're wrong. And every time she does something that tells you she's no good, you ignore it. And every time she comes through and surprises you, she wins you over, and you lose that argument with yourself, that she's not for you."
Miles: "Exactly, and on top of that there's the old standby, I can't believe a girl like that would actually be with a guy like me..."

All that things, happened to me and it's still happening to me. I can't use my brain wisely why I'm still here... It's hard to move, even to forget someone who already filled your heart sincerely. Maybe I'm too pathetic, too selfish, too moody to be a girl, but please, can you stop bother me for a while? I just, need an air, to breath...


Photo was taken by me
The dialogue inspired from The Holiday, directed by Nancy Meyers

Friday, June 25, 2010

Yearning after, him





My Prince, it has been a year...

I loved you, I'm still loving you and will always love you forever.
You're a child of fortune, in heaven.

Oh yeah, I found those watercolor paintings, created by someone named Nicole Wang. Wonderful.

Tuesday, June 1, 2010

.....................................  
Miracle, hope it will come to me soon.
HAPPY BIRTHDAY TO ME....................................

Friday, April 9, 2010

A note about losing someone

Ketika kamu yakin bahwa dengan dialah kamu bisa membagi harapan, dan ketika kamu yakin, di antara dua pilihan yang sulit, untuk memilih dia adalah keputusan terbaik yang pernah kamu buat. Ketika kamu menganggap bahwa kamu dan dia, benar-benar diciptakan untuk menjadi Bonnie and Clyde abad 21 dengan segala persamaan dan brilliant thoughts yang kalian miliki... Semuanya adalah tentang ketika.

Hingga akhirnya, seluruh ketika yang awalnya membahagiakan, berubah menjadi ketika yang bernada minor dengan interval 1, ½, 1, 1, ½, 1, 1 yang seketika menghancurkan semua mimpi dan ekspektasi yang kamu miliki. Bersamanya. Kenyataan bahwa selama ini kamu hanya dibohongi dan dia nggak benar-benar menyayangi kamu. Kenyataan yang membuat kamu jatuh dan merasa dunia sudah nggak berputar buat kamu lagi, persediaan oksigen habis sehingga kamu nggak bisa bernapas, dan matahari mendadak mati, bumi jadi gelap. Kamu tersakiti dan kamu kehilangan dia...


Pada akhirnya, kamu menyadari, bahwa apa yang kamu pilih, kamu lakukan, dan apa yang kamu dapatkan, semuanya nol besar. Semuanya salah. Kamu menyia-nyiakan orang yang sebenarnya kamu tunggu, tapi kamu memilih orang lain hanya untuk merasakan sakitnya disakiti. Then, everybody says that karma does exist, and it'll haunt you start from now...

Thursday, February 25, 2010

Maybe, untitled...

Bonjour, Chacun, la longue période pas ne voit et vous voyez ma douleur aiguë maintenant...

Just so you know, Guys, ini sudah jam 00.20 dan saya masih terdampar di atas kasur dengan mata masih terbuka lebar bersama sepiring Ritz dan secangkir susu cokelat di sebelah saya--ada Tugas Mandiri saya juga yang seabrek, tapi nggak perlulah disebut. Setelah sekian lama otak saya buntu dan tangan saya macet untuk ngepost sesuatu di sini, akhirnya... Saya kembali dengan tumpukan aspal dan kerikil yang menjejali setiap bilik otak saya.

Saya mengalami malam yang buruk, semalam. Tangan kanan saya bekerja dengan biologi dan sejarah, mata saya bolak-balik buku-laptop, dan tangan kiri saya ngetik. Ya, ngetik. Ngebalesin semua chat dari orang-orang. Bener-bener malem yang weird. Sama sekali nggak ada yang menarik, kalau kamu mau bilang yang menarik adalah tugas biologi, sejarah dan sebelas mata pelajaran lainnya yang harus saya kerjakan minggu ini, sebaiknya hibernasi dululah, biar sadar hmm.

Entahlah, meskipun klise, tapi saya suka membahas satu topik ini: cinta. Kalo nggak ada cinta di dunia ini, mungkin nggak pernah ada ya ceritanya Tom dan Summer di 500 Days Of Summer, atau resepsi ayah sama ibu saya, atau kucing tetangga saya melahirkan anak, buah kasih sayangnya dengan kucing pasangannya. Let's 'coning' this topic, saya pengen nanya, apakah menunggu sesuatu yang nggak pasti itu worthed? I have to say that; falling in love is one of  the best things in the world that I've ever felt. Don't you feel the same? Hmm? Dan... Broken heart is one of the most ridiculous and blood-curding things in the world, for me, meh!

Semalem saya bener-bener merasa kecewa untuk kesekian kalinya. Ada kemungkinan terkabulnya harapan dan mimpi, namun ada juga celah untuk mimpi buruk menyusup ke dalamnya, yang pastinya bakal ngebuat saya stress. Berulang kali saya meyakinkan diri saya untuk segera buat keputusan, decision, all I have to think, is a decision. About me and him. 
Saya sadar banget sama liriknya Animal Collective, "...I don't mean to seem like I care about material things like a social status, I just want four walls and adobe slats for my girls." Tapi saya agak berontak, saya tanya, di dunia ini siapa yang mau ngejalanin hubungan tanpa status untuk selamanya?

Bener-bener freak, saya nggak mampu ngelanjutin tugas saya karena hal ini. Sudah sekitar empat bulan lebih saya stuck, di tengah-tengah, dan selama itu pula saya nggak mampu untuk membuat suatu keputusan yang adil untuk saya dan dia. Saya egois. Saya nggak mau kehilangan dia, tapi saya juga ngerasa kalau saya ini 'korban', victim of love.
Aditya Nurmansyah membuat saya sadar kalau kunci itu harus dipakai di lubang yang bener, kalau lubang itu salah, nggak ada arti dan gunanya kita bikin kunci. Andaru Dhimas membuat saya sadar kalau segalanya itu aneh, semakin kita jatuh cinta, omongan kita makin ngelantur... Dan Intan Nadia Putri membuat saya sadar akan satu hal, apa yang kita inginkan, cuma kita yang bisa memutuskan, because what you say and what you do, is what you get.

These are really 'something', my guardian angels whenever I need...
1. Electric President - Insomnia
2. The Temper Trap - Sweet Disposition
3. Otis Redding - Try A Little Tenderness
4. Beach House - Apple Orchard
5. Sonic Youth - What We Know
6. The Smiths - Please Please Please Let Me Get What I Want
7. Carla Bruni - Quelqu'un m'a dit
8. Hollywood, Mon Amour feat. Nancy Danino - Reality
9. Coldplay - Fix You
10. The Album Leaf - Falling From The Sun
11. Alcoholic Faith Mission - Nut In Your Eye
12. The Notwist - Consequence
...and the last is...
13. Pitbull, any songs of Armando Christian Perez! Crazy of 'em!!!

Monday, January 25, 2010

Je suis différent, ainsi que?

Selalu ada hal yang membuat saya berbeda dari teman-teman saya kebanyakan...

Saya nggak memakai BlackBerry
Hampir susah menemukan temen-temen saya yang nggak pakai BB sekarang, saya nggak tahu kenapa kayanya fenomena BB ini udah booming banget, sampai-sampai popularitas Y!M turun gara-gara dikalahin sama BBM. Dan jujur, saya nggak menaruh minat sama handphone satu ini, kalaupun nanti saya dapet gretongan atau apa, mungkin bakal saya jual, dan uangnya saya pakai buat usaha dagang baju saya...

Saya nggak punya account Yahoo! Messenger
Yes, panggil saya culun, ketinggalan jaman, out-of-date-person, atau bahkan orang kampung. But seriously, I have no volition to make an account, even I don't understand how to operate 'em. Semua bilang '...bikin Y!M aja lho, lumayan hemat pulsa', tapi saya tetep nggak mau bikin. Account social network saya aja jarang keurus, apalagi yang beginian. Saya nggak mau tiap hari keranjingan 'kencan' dengan 5530 saya dan membiarkan jari saya salto di keypad hanya untuk membalas chat dari orang-orang. Saya bukannya sombong, sok, atau apalah, tapi saya memang nggak mau...

Saya nggak dapet uang bulanan, mingguan, atau harian
Kadang saya iri sama temen-temen saya, tiap bulan, bahkan tiap minggu 'digaji' sama orang tua mereka. Sedangkan saya dapet uang kalau pas ada rencana untuk keluar, atau pas butuh aja. Tapi saya selalu ngumpulin apa aja yang udah dikasih sama orang tua saya, begitu terkumpul, barulah saya bisa merasakan titik high-satisfaction-level, hehehe.

Saya berjilbab
Sudah berapa kali ya kira-kira orang-orang tanya kenapa saya nggak lepas jilbab, hmm, jawabannya adalah: It's all about principle, my own principle. I love being a girl with a black veil, with a dynamic personality, I love to be different. I'm proud to be myself, because of it. Get it?

Saya lebih suka menghabiskan waktu saya dengan cd-cd The Smiths atau Fleetwood Mac, ditemani buku yang bagus dan sebungkus Cheetos rasa jagung bakar, daripada ada di mall atau tempat rame lainnya

Saya sensitif, in a serious case, love case
Nggak mudah bagi saya untuk melupakan seseorang yang dulu pernah saya sayangi--seperti saya menyayangi Bruce Lee di waktu muda--dan nggak mudah bagi saya untuk memulai suatu hubungan baru. Saya pemikir, penimbang, dan meledak-ledak. Makanya saya suka bingung kok banyak ya orang yang habis putus seminggu jadian lagi sama orang lain sebegitu cepetnya? Nyata lho... Nggak bohong deh...

Saya suka thrift store, dibanding masuk ke Zara
Nggak tahu ya, saya lebih nyaman ada di Tugu Pahlawan atau Pasar Senen daripada masuk ke branded store seperti Zara, atau GAP atau apalah. Saya merasa jadi diri sendiri aja, nggak ada tekanan kaya tiap masuk Zara, selalu megap-megap karena setengah juta cuma dapet satu baju, di Tugu Pahlawan, 500 ribu udah dapet baju satu petak sawah!!!

Dan yang terakhir...
Saya dress-up sebagaimana mustinya, fashion is my personality
Agak-agak surprised sih pas tau temen saya ke acara musik sekolah di lapangan rumput dengan dress animal print, matched with tight, high heels, also zebra clutch. It seemed like she wanted to go to wedding party, but actually, saya suka dandanannya, tapi mungkin salah sikon ya. Saya bakal memakai apa aja yang sedang jadi mood saya, nggak peduli orang mau bilang apa, tapi saya adalah apa yang saya pakai saat itu juga.

Once again, I need a new place to live... Terlalu banyak drama di Surabaya ini, orang-orang udah mulai terjebak di galaksi berbeda, galaksi simulakra. Semua orang mengejar status dan gengsi, bahkan buat remaja sekalipun. Saya nggak tahu, kenapa ya saya ini sensitif banget ketika menghadapi situasi rumit seperti ini? All I wanna do is enjoying my life, every single time, waste my time with everyone who makes me love them. Waste my time with him... Est-ce que je suis le seul qui vivent normal dans cette ville maintenant? Ah, don't know.
Oh iya, akhirnya saya kembali dari mati suri saya, setelah sekian lama meninggalkan second base saya ini, finally muncul juga hehe. Sorry ya buat yang sudah menanti postingan saya...

I always heart you all, Guys, because you're my inspiration. Truly inspiration.


Saturday, October 3, 2009

Surabayan Said 'Alay!!!', Whereas...

Jujur, sebenernya saya baru aja pulang dari acara musiknya LA Lights Indiefest, kebetulan ada final buat region Jawa Timur hari ini. Kenapa begitu pulang ke rumah saya langsung posting sesuatu di sini? Karena ada hal yang membuat saya benar-benar ah, apa ya, susah rasanya buat diomongin. Saya sudah meng-italic kata benar-benar di atas ya. Sebenarnya, ketika pulang mudik kemaren saya agak setengah nggak ikhlas untuk balik ke Surabaya, saya pengen tetep ada di Solo, atau bahkan West Java Trip. Pas waktu malam takbiran, saya udah membayangkan 'Aduh... jangan cepet berlalu dong liburannya, saya nggak mau balik ke Surabaya!!!'. Saya cerita ke temen saya, hal yang membuat saya males untuk balik ke tempat saya lahir, named Surabaya, karena, saya merasa bosan dengan kehidupan serba wah dan too dynamic-nya. Entahlah, rasanya Surabaya ini terlalu sempit, sampe-sampe tiap saya ke mall pasti saya ketemu sama banyak sekali orang yang saya kenal, and they got their styles, attitudes, even boyfriends. Trus saya buka Facebook, mereka muncul lagi, dengan segala pose terbaru yang mereka upload dan statusnya yang meledak-ledak tentang perasaan mereka.

Saya denger cerita dari temen-temen tentang semua orang. Temen mereka, adik kelas saya, kakak kelas kelas saya, orang yang saya tahu di Facebook tapi saya nggak kenal, pokoknya them. Saya jadi tahu sifat-sifat asli mereka dan kebiasaan dari mereka yang sebelumnya nggak saya duga. Katakanlah matre, hobi jalan ke mall, pulang nenteng belanjaan macem Zara (yang kamu tahu, kadang harganya bikin kita kayak merasa kecekik sendiri), seperti itulah. Come on, Girls, do something! You just wasted your parent's money... Untuk mendapatkan uang dari orang tua aja kadang saya harus ngerengek setengah mati. Saya lihat foto-foto mereka hangout di Facebook, dan saya berpikir, beruntung saya dilahirkan bukan di keluarga yang amat sangat kaya raya seperti mereka, karena sekarang yang saya pengen lakukan adalah saya pengen jadi yang berbeda, paling beda, yang bisa show off sesuatu dari tangan saya sendiri, dari apa yang saya kerjakan, bukan dari uang orang tua saya.

Dan ketika saya jalan ke mall, hampir nggak ada satupun orang yang menggubris dua lovebirds yang lagi memamerkan PDA dengan gaya mereka sendiri. Oh yeah PDA, Public Display Affection. Mungkin mereka terinspirasi dengan adegan-adegan french kiss di film Hollywood dan memutuskan buat menunjukkan 'hey, I can do this' di depan banyak orang. Dan saya nggak cuma sekali aja nemuin yang kaya begini nih, for a thousand times mungkin! Dan saya tahu, mereka seumuran saya, rata-rata. Hey, hidup kalian masih panjang, mungkinkah orang yang kalian cium di depan kalian itu adalah jodoh kalian sampe kalian mati? Kalau bukan, sia-sia ajalah yang kamu kasih buat pasangan kalian. See? Rasanya orang-orang berlari terlalu cepat. Mereka mengejar apa itu yang namanya status dan eksistensi. Pernahkah mereka berpikir bahwa ada yang lebih penting dari yang mereka kerjakan? Dan tahu nggak, bahkan mereka lupa sama yang namanya Tuhan, aarrggghhh!!! Nih, waktu saya lagi nonton basket sama temen-temen yang yeahhh, you can call them as Anak Gaul Surabaya, saya bilang 'Bentar ya, aku mau sholat dulu, pada nggak nih?', dan mereka cuma membalas dengan: yang pertama, cengiran (it looked like 'ngeledek'), yang kedua mereka bilang 'Sholat? Duluan deh hehe'. Gossssh, where did their brain??? They didn't remember about their God?

Dan ini yang saya alami hari ini...
Guest star Indiefest malam ini yang paling ditunggu adalah Rocket Rockers, dan tentunya Peewee Gaskins. Dua nama itu mungkin udah nggak asing ya di kuping orang, termasuk saya. Jujur, sampai sekarang saya belum bisa menangkap dimana enaknya lagu-lagu mereka, saya belum bisa menikmati lagunya sungguh-sungguh. Tapi saya ngerhargain bahwa apa yang udah mereka garap semuanya mengagumkan, they colorized our musics. Tapiiii ini, siapapun yang Partydorks dan membaca postingan ini, tolong jangan marah dan tersinggung, this is what I feel now. Saya nggak terlalu suka dengan synth yang ada di tiap lagu Peskins, yang melengking-lengking, that's why I can't enjoying their songs until now. Dan saya nggak begitu suka dengan attitude mereka, saya pernah liat video kumpulan rekaman mereka dan wow, mungkin kurang pantes ya ditulis disini, karena perbuatan yang mereka lakuin dan rekam itu juga beneran nggak pantes. Belum lagi note dari orang-orang Antidorks yang ditag ke saya, semuanya tentang kelakuannya personel Peskins yang hmm too bad to imagine, dan to write down. Tapi, meskipun saya nggak begitu suka, saya nggak mau nunjukkin ke orang-orang kalau 'Hey! Ini saya, dan saya benci Peewee Gaskins!' jelas, I'm not a kind of girl like that. Biarin cuma saya aja yang tahu kalau saya nggak begitu suka, dan tentunya kalian, sekarang, sudah tahu kan? Hehehe.

Tadi, ketika Rocket Rockers dan Peewee Gaskins naik ke panggung untuk battle, semua penonton maju dan memuja-muja nama Rocket Rockers. Dan di sisi kanan, berkumpullah, para Antidorks yang langsung mengacungkan jari tengah mereka ke panggung dan memamerkan kaos 'Dog Will Never Say Die'. Dog ya, not Dorks. Selama Peskins manggung, mereka gak berhenti melempari personel Peskins dengan botol, kaos atau buntelan koran. Dan jari tengah mereka tetap tegap dan bisa dilihat dari radius 5 meter sekalipun. Saya tanya ke temen saya, Adit:

Saya: "Boy, what did they mean? I know that they're Antidorks but their way, too rude. Aren't they?"
Dan dia balik bertanya...
Adit:"Kenapa sih semua orang benci sama Peskins? Became an Antidorks?"
Saya: "Banyak yang bilang karena males sama Dorks-nya yang lama-lama jadi alay... Alay, alay, alay lagi. Everybody said alay!"
Adit: "They did their own way, their crude ways, justru mereka yang alay!!!"

Adit sama kayak saya, dia nggak begitu suka dengan Peewee Gaskins tapi dia nggak mau men-show off, dia bahkan pernah kirim message buat sebuah group Antidorks di Facebook yang ngetag dia, kata lainnya dia nasehatin hahaha dan that group was never sent him some notes again. Jujur, saya jadi kasihan sama Peskins, dan saya jadi geram lihat tingkahnya Antidorks Surabaya. Saya yakin kok semua dari mereka adalah pelajar terdidik dan tahu cara menghargai orang, apalagi orang yang lagi tampil di atas panggung yang butuh achievement dan applause supaya bisa bikin mereka bangga pernah punya fans seperti kita. Dan lagi-lagi, mereka seperti mengagungkan kata Alay dan menyebut semua Partydorks adalah ALAY. Mereka tahu nggak sih artinya alay? Mereka sadar nggak sih kalau justru banyak orang yang menganggap mereka alay karena perbuatan mereka? Please stop shouting that word! Alay! Life is all about fail to reward, bagaimana kalau suatu saat nanti ada yang ngatain kita, mereka, kita semua, dengan sebuat Alay? Please, we should starting with ourselves, learn how to give a respect and just be confident. Itu yang belum bisa saya lihat dari Surabaya, especially the teenagers, yang mereka lakukan cuma follow follow follow dan men-judge orang lain, kemudian follow lagi... Aaaahh...

The most shocking moment was, waktu saya dan kakak saya memutuskan untuk keluar dari arena panggung setelah acara selesai dan di sana mulai sepi, kita jalan di trotoar kemudian berhenti sebentar untuk bales sms. Tiba-tiba, ada tiga orang cowok, saya yakin mereka adalah bagian dari anak-anak punk di Surabaya, salah satu dari mereka nanya jam berapa saat itu dan kita jawab baik-baik. Sejurus kemudian, mereka bilang, 'Mbak, boleh kenalan? Please...'. Saya langsung menjauh dan melihat kakak saya dikepung oleh tiga orang cowok itu. Dari jauh terdengar suara orang-orang teriak 'Wah, pecunnya lagi ditawar!!!' dan 'Mbak, sambar, Mbak!!! Sambar!!!'. Saya memanas saat itu juga dan yang bisa saya lakuin cuma 'YA ALLAH, SEANDAIKAN ENGKAU MENGHALALKAN APA YANG NAMANYA ITU MENAMPAR DAN MENGASARI ORANG LAIN, AKAN SAYA HABISI TIGA LAKI-LAKI KURANG AJAR INI' dan saya lalu mengusirnya. Mereka pergi, tetep aja saya denger suara orang-orang menyoraki saya dan kakak saya. Kemudian kakak saya bilang, 'Seharusnya kita nunggu di dalem, biarinlah, dosa sendiri. Kayaknya mereka lagi taruhan...' trus dia duduk lesehan. Arrrgghhhh! Saya bosan ada di Surabaya, lihatlah sebuah kota metropolitan ini, yang dipenuhi oleh anak-anak cerdas dan terdidik tetapi mendapat nilai nol bulat untuk urusan kesantunan dan akhlak! Mau jadi apa kalian di negeri ini? Itukah yang kalian sebut gaul dengan baju-baju dan barang kalian yang bermerk dan gedung-gedung bertingkat yang jadi santapan kalian setiap minggu?

Akhirnya ayah saya datang untuk menjemput, dan saat saya berjalan menuju mobil ada yang menyoraki 'Mbak... Mbak... pake jilbab kok mecun' dan 'Wah ini Partydorks nih, pecun!'. Shhhhiiitttt! Baru kali ini saya bener-bener marah dan rasanya pengen nonjok orang-orang itu. Saya lelah, garis bawahi, saya lelah. Saya lelah tinggal di Surabaya, kota yang dipenuhi oleh-oleh orang-orang sibuk, individualis, yang tiap paginya pasang wajah kusut, yang tiap minggu menghabiskan waktu di mall atau diskotik, yang kebanyakan dari mereka sangat kaya dan terpelajar tapi sebenarnya tidak tahu apa artinya kehidupan.

I just want to bury myself from this fake space...

Friday, September 18, 2009

Yes, Back to Fitri


Aloha alohaaa, Everybody!
Udah pada mudikkah? Sebenernya saya cabut mudik malam ini tapi berhubung papa saya, yang bakal jadi driver selama lima jam perjalanan, kecapekan, jadi diundur besok pagi deh hihi. And because I have nothing to do, I decide to post something right now. Don't mean anything, I just want to say Happy Ied Fitri 1430 and we'll back to our natural tendency, mmm I mean our fitrah hehehe. Saya agak sedih sih, karena Ramadhan bakal pergi dan perlu nunggu satu tahun lagi supaya bisa ngerasain yang namanya kehausan pas puasa, panasnya taraweh di masjid, atau kepaksanya 'batin' kalo pas bangun sahur karena masih ngantuk parah, hahaha but those are the colors of Ramadhan, and we will miss them like I feel right now..

Finally, I've got my second blog award!!! I becoming a happy girl right now, I've been waiting for my second award and yesterday, My Lovely Sister, Dyra, told me that she gave me an award and I had to grab 'em from her blog. Alright, here it is...

Setelah menimbang-nimbang, siapa aja yang mau grab award ini silahkan!!! Because I need to appreciate your blog so muuuuch, I obviously want to give this award to all of you, so, take 'em Darling!!! It's yours!

Sunday, September 13, 2009

I Know That You're Not Alone...

Can you understand, how much I miss this guy? I miss his golden voice, his as-innocent-as-doves smile, his love... Why did you leave us so fast? Michael, please... please hear me, I MISS YOU SO BAD NOW.

She's just the girl who claims that I am the one, but the kid is not my son...
(Billie Jean - Thriller)
I'm freak with his moonwalk!!! Everybody please teach me now!

Young Michael was sexy in a different way, and yes... he was

Have you ever meet this edition? I mean, this Vanity Fair's edition? Just tell me where do I can find this mag... I want it so bad!!!

Peoples, can you see his smile?

You are the only one who can make me feel love in this world, I'm sure this world will be something called 'a peaceful world', like you wanted to see before.
Rest collectedly, My Everlasting Idol...
I know that you're not alone, because I always here beside you.

Sunday, September 6, 2009

Note (I'm Drowning)

You could have just propped me up on the table like a mannequin, or a cardboard stand-up and paint me. Any face that you wanted me to be seen we’re damned by the existential moment where we saw the couple in the coma, and it was we were the cliché, but we carried on anyway. So, sure... I could just close my eyes. Yeah, sure, trace and memorize, but can you go back once you know...

Please help me to forget you earlier!!!

Wednesday, July 8, 2009

He's Gone Too Soon...

Me and our world still grieve for him. The boy who already influenced everyone, who impressed us with his love and songs... Michael Jackson.

To be honest, saya nggak pernah merasa sangat kehilangan ketika seorang entertainer wafat. Saat saya tahu Heath Ledger, yang notabene merupakan salah satu aktof favorit saya, meninggal, saya tidak terlalu larut dalam kesedihan. Tapi saat 25 Juni saya mendengar bahwa The King Of Pop meninggal karena cardiac arrest, otak saya menjerit-jerit seperti, "Is that true? He's passed away? Leave us...?"

I love Michael Jackson since I was child. Apapun, apapun yang dia miliki, yang dia mampu ciptakan. Segala miliknya adalah masterpiece. Waktu kecil saya selalu update beritanya si MJ, saya inget video klip pertama yang saya lihat adalah Thriller, durasi 13 menit dan disutradarai sama John Landis. Geeeez Michael, John, they didn't make a video clip, they made a short movie!!! An excellent short movie!!!
Saya suka banget denger lagu-lagunya Jackson5, mm yang mana aja, I Want You Back, ABC, I'll Be There, and my favorite was Blame It On the Boogie. Did you see the clip? Pokoknya saya suka lihat mereka nyanyi dan menari, semuanya terlihat ah gimana ya nyebutnya? Rancak? All right, just check on the video below...

Setelah itu album solonya MJ, jangan tanya deh mana lagunya dia yang aku nggak suka, atau nggak begitu suka atau sedikiiiit nggak suka, karena nggak ada!!! Di album Off The Wall ada Rock With You, Don't Stop 'Till You Get Enough, sempurna banget. Ada nggak sih di dalam lagu itu ada yang bikin kamu kecewa? Satu detik aja? Entah nadanya meleset, suara nggak pas atau apa? Kalau saya, jelas enggak!!! He's totally rocks.

Lanjut ke Thriller, should I call this album as his super-duper masterpiece? Michelangelo sama patung-patungnya lewat deh. Thriller, Beat It, The Girl Is Mine, Human Nature, dan aarrggghhh top of the top, Billie Jean! Michael Michael Michael oh Michael... Bad, The Way You Make Me Feel, Smooth Criminal, Dirty Diana, Remember The Time, Black Or White, ah... cuma seorang Michael Jackson yang bisa nyanyi sambil moonwalk, cuma dia yang bisa menciptakan nada-nada spektakuler, menggabungkan berbagai jenis aliran dalam lagunya dan ide kreatif yang selalu muncul dalam setiap klip dan konsernya yang inspiratif.

In addition to Macaulay Culkin and Corey Feldman, Jackson was pals with pint-sized Webster star, Emmanuel Lewis

Jackson & his bestfriend, Diana Ross

His collaboration with Slash

Kalo saya bisa menghabiskan waktu seharian dengan Michael Jackson, I will take him to Dufan. Satu-satunya hal yang nggak dia miliki cuma masa kecil. That's why MJ sayang banget sama anak-anak, apapun gossip yang ngatain MJ pedofil atau apalah, should we care about that rumours?
Dan kalo orang-orang baru ribut sama global warming beberapa tahun belakangan ini, Michael udah mulai dari 15 tahun yang lalu!!! Hampir seluruh hasil konsernya disumbangkan buat organisasi kemanusiaan. Kalau lagu Earth Song, Heal The World atau They Don't Care About Us diputar, orang mana yang nggak tahu kalo itu lagunya Michael Jackson...? Kontribusinya untuk dunia bisa kita rasain, benar-benar meng-influence saya dan banyak orang. Saya salut sama MJ, karena masa kecilnya yang enggak begitu bahagia bisa jadi cambukan untuknya, terus memberikan yang terbaik bagi bumi kita.

MJ & Joe Jackson, his father

With The Godfather of Soul, James Brown

Waktu saya denger Michael mau gelar konser lagi di London, This Is It, aaarrrgghhh betapa gembiranya saya. Lama banget rasanya hati ini udah rindu sama sosok Michael hehe lihat dia moonwalk dan nari-nari keren, denger suaranya, pasti keren banget... 5 Juli...

Tapi ternyata tanggal 5 Juli itu udah genap 11 hari kita berduka. Dan selama itu pula, saya selalu nangis bombai kalau denger lagu You're Not Alone, Will You Be There dan One Day In Your Life. Michael Jackson, rasanya pergi terlalu cepat ninggalin kita semua, but this is life, harus ada yang datang dan pergi.
Ini waktu seremonial penghormatan terakhir buat Michael Jackson, di Staples Center, Los Angeles. Saya bela-belain nggak tidur sampai jam setengah 4 pagi supaya bisa liat siaran live-nya di teve, dan begitulah, sepanjang acara saya nggak bisa berhenti nangis...

"Michael will be deeply missed, but never forgotten, noted Brown. He's the greatest... The best ever." -Chris Brown

Lionel Richie

John Mayer memainkan instrumen lagu Human Nature, beautifully

Brooke Shields

Stevie Wonder sang Never Dreamed You'd Leave in Summer and They Won't Go When I Go

Tahu nggak bagian apa yang bikin saya nangis paling keras? Ini, waktu nyaksiin Usher nyanyi Gone Too Soon, yes, MJ was gone too soon...

Usher

Dan ketika Paris Katherine tampil dan bilang, "Ever since I was born, daddy has been the best father you could ever imagine. And I just want to say I love him so much."...

Brooke Shields & Magic Johnson

Mariah Carey re-teamed with Trey Lorenz for a rousing duet of the Jackson 5 classic I'll Be There

Ketika Judith Hill menutup acara dengan membawakan We Are The World dan Heal The World, saya nangis sekenceng-kencengnya dan ikutan nyanyi. Michael Jackson...

Dan sekali lagi, keyboard notebook saya basah karena saya lagi nangis sekarang. Saya lagi denger lagu favoritnya Michael Jackson, Smile, yang muncul di filmnya Charlie Chaplin dan sempet dinyanyiin Jermaine Jackson waktu acara penghormatan, it makes me crying so loud now. R.I.P Michael Jackson. I believe that you were a good man with good heart, we all hope you are in a better place now. Your love and legacy, will always planted in our heart and soul. Thank You Michael...

Smile and maybe tomorrow, you'll find that life is still worthwhile if you'll just
light up your face with gladness
-Smile, HIStory